Bagaiamana Cara Mengatur Keuangan Jadi Lebih Sehat Saat New Normal?

Jika Anda pandai mengelola uang Anda saat krisis COVID-19 tengah berada di puncaknya, maka Anda bisa lebih baik mengelolanya pula di era new normal UMKM. Jika tidak Anda saat ini malah berhadapan dengan periode ketidakpastian keuangan yang berkepanjangan yang bisa membuat Anda menyesal. Berikut adalah empat kebiasaan finansial pandemi yang mungkin layak dipertahankan pada saat era berdamai dengan Covid, hingga akhirnya vaksin di temukan.

Pertama perhatikan lebih tegas alur transaksi kartu kredit. Anda mungkin memperhatikan beberapa perubahan pada apa yang mengalir melalui akun kredit bank. Anda mungkin terpesona dengan seberapa banyak jumlah tabungan saat selama karantina, atau uang yang keluar masuk terkontrol dengan ketat sehingga Anda dapat memenuhi kewajiban keuangan dasar keluarga yang selama ini sulit didapati. Setelah krisis, maka Anda kana contong pada kebiasaan baru seperti meninjau transaksi akun karena di era pandemi hal itu nyata-nyata menguntungkan.

Kebiasaan Investasikan uang untuk jangka panjang. Kemerosotan di pasar investasi membuat para investor (bahkan yang potensial) menarik diri dan lebih banyak berhitung ulang untuk jangka panjang; pada sebagian PC yang selama ini kuat, ini artinya mereka idle dan butuh jual saham baru. harga investasi akhirnya lebih rendah namun diyakini selepas pandemi nilainya bisa lebih besar. Berinvestasi dengan bijaksana adalah kebiasaan yang sehat karena pensiun itu mahal praktik terbaik adalah mencoba menginvestasikan setidaknya 10 persen dari pendapatan tahunan Anda dalam portofolio yang terdiversifikasi dengan baik.

Pembelian lump-sum adalah pendekatan ketiga dan cocok untuk investor terampil yang sudah memiliki portofolio investasi yang mapan. Itu karena potongan besar bisa diinvestasikan sekaligus, biasanya ketika pasar mengalami serangkaian hari “turun”. Agar efektif, para investor ini rajin melacak potensi investasi perusahaan ini dan bersedia mengambil risiko, bahwa mereka akan jual harga dengan harga terendah tapi juga potensinya terllau nyata untuk dibiarkan. Di sisi lain, mereka mungkin membeli saham berkualitas baik dengan harga murah.

Keempat. Fokus yang lebih besar pada kebutuhan akan tabungan darurat dan asuransi. Dana darurat dan asuransi yang tepat akan lebih penting dari sebelumnya. Secara statistik, keadaan darurat terjadi setiap tujuh tahun. Apakah akan ada pandemi lagi? Tidak ada yang tahu. Tetapi menjadi siap secara finansial akan membantu. Sebagai praktik terbaik, tingkatkan biaya pokok setidaknya tiga bulan di rekening tabungan. Uang ini seharusnya tidak diinvestasikan di pasar!

Akhirnya yang sama pentingnya adalah memiliki pemahaman menyeluruh tentang perlindungan yang telah dibawa sebagai hasil bisnis UMKM, rumah, mobil, lahan, atau leverage seperti penyakit kritis bawaan, cacat. Inilah saatnya kita jangan menyerah. Tinjau kebijakan Anda secara dan berkorespondensilah dengan profesional keuangan.

1 Like

Informasi yang sangat baik bagi warga untuk mengelola keuangan, terima kasih. :wink: