Cara Sukses Vietnam Hentikan Penyebaran Virus Corona

Mereka mempunyai peluang lebih baik buat memerangi Virus Corona, dan mereka nir mempunyai kesempatan buat menulari kerabatnya yg lanjut usia. Ini berarti sistem kesehatan Vietnam dapat memusatkan asal dayanya ke beberapa masalah yang lebih kritis.

Meskipun Vietnam tidak memberlakukan lockdown total secara nasional, pemerintah dengan cepat menangani klaster-klaster yang bermunculan.

Pada Februari lalu, selesainya sejumlah kasus bermunculan pada Son Loi, pada utara Hanoi, lebih menurut 10.000 orang yang tinggal di daerah sekelilingnya dikarantina di tempat tinggal .

Karantina lokal pula terjadi buat 11.000 masyarakat pada Ha Loi, dekat ibukota, & buat staff & pasien-pasien pada sebuah tempat tinggal sakit.

Tak seseorang pun dibolehkan buat keluar masuk daerah itu sampai nir ditemukan kasus lagi dalam waktu dua minggu.

Karantina lokal ini–yang mungkin diberlakukan lagi jika ditemukan kasus positif lainnya-- berarti jumlah tes Covid-19 secara keseluruhan belum terlalu besar.

"Awalnya taktik itu misalnya berisiko tinggi. Tapi ternyata baik-baik saja, karena mereka bisa mengisolasi & mengendalikan situasi," istilah Prof Thwaites.

Pesan publik yg jelas

Meskipun Vietnam hanya memiliki satu partai politik, pemerintah masih wajib meminta kolaborasi rakyat supaya strateginya berhasil.

Dr Pollack mengatakan pemerintah "sudah bekerja dengan sangat baik dalam komunikasinya ke masyarakat" soal alasan pada kembali tindakan mereka.

Pesan SMS dikirim secara reguler ke semua pemilik HP menurut tahapan paling awal, tentang apa yg mereka mampu lakukan buat melindungi diri mereka.

Vietnam memanfaatkan mesin propagandanya buat menjalankan kampanye peningkatan kesadaran masyarakat dengan ketat, memakai foto-foto dan retorika saat perang untuk menyatukan warga dalam menghadapi musuh bersama.

Kata Dr Pollack, taktik ini memunculkan rasa "kerjasama warga dalam mengalahkan musuh."

Meski pemerintah otoriter Vietnam sudah seringkali meminta kepatuhan menurut warganya, Dr Pollack berkata kali ini masyarakat mendukung upaya pemerintah karena mereka "melihat bahwa pemerintah melakukan upaya semaksimal mungkin, berapapun harganya, buat melindungi warga ."

Dapatkah kita percaya data Vietnam?

Data milik pemerintah sangat kurang memadai, sehingga akan ada pertanyaan apakah data yg mereka miliki akurat, namun doa iftitah komunitas diplomat dan medis menyimpulkan bahwa nir ada alasan buat meragukan keakuratan data pemerintah.

Tim profesor Thwaites berbasis di rumah sakit penyakit menular utama di Vietnam.

Ia mengatakan, bila terdapat kasus yang salah didiagnosa & nir terlaporkan, "kami akan bisa melihatnya pada bangsal tempat tinggal sakit, & kami belum melihatnya."

Timnya jua telah melaksanakan hampir 20.000 tes, dan ia mengatakan hasil tesnya sama menggunakan data yang dibagi pemerintah.

Kalaupun ada kasus yang terlewat, ia mengungkapkan "tidak terdapat penutupan kasus secara sistematis–aku sangat yakin."

Bagaimana dengan hak asasi manusia?

Pendekatan atas-bawah Vietnam dalam hal kepemimpinan ternyata ditemukan pula di perkampungan, dan ini menimbulkan kasus tersendiri.

Penegakan aturan jaga jarak sosial dan karantina bergantung dalam "kader partai loyal di lingkungan setempat yang memata-matai tetangga dan melaporkan ke pimpinan," istilah Phil Robertson dari Human Rights Watch.

Pasti terdapat "aksi pelanggaran hak asasi yang berlebih" pada proses ini, kata Phil pada BBC.

"Tapi nir banyak orang yg akan mengetahuinya karena pemerintah memiliki kendali penuh atas media," tambahnya. Ia mengutip kasus pada mana warga didenda atau dituntut karena mengritik respon pemerintah.

Dampak strategi pemerintah terhadap ekonomi & berita sosial dan kesehatan lainnya, yg terkesampingkan akibat terlalu fokus dalam Virus Corona, jua belum diketahui.

Prof Thwaites menyampaikan kebijakan yg dipakai Vietnam "tidak mungkin diterapkan" di negara-negara yg kini mencatat masalah Virus Corona dalam jumlah besar, akan tetapi bagi beberapa negara yg jumlah kasusnya masih kecil, "ada pelajaran yang bisa dipetik pada sini."

"Pencegahan selalu lebih baik berdasarkan pengobatan, & secara umum, lebih murah," katanya. "Jika Vietnam mempunyai jumlah masalah Virus Corona tinggi, niscaya sistem kesehatan mereka akan kewalahan. Tapi kita tidak bisa menghitung laba ekonomi & kesehatan yang didapat Vietnam berdasarkan strateginya."

1 Like

Terima kasih sudah sharing

Nah pertanyaannya apakah pemerintah Indonesia bisa tegas dalam buat aturan.