Penanganan pasien yg dipulangkan dengan status negatif tetapi 3 hari kemudian dinyatakan positif

Saya mau bertanya. Ada pasien pada tanggal :
19 Maret 2020 di diagnosis ODP di RS Swasta
21 Maret 2020 dipindahkan ke RSHS
24 Maret 2020 hasil test swab POSITIF
27 Maret 2020 hasil test swab NEGATIF, diperbolehkan pulang oleh pihak RSHS dan diberikan instruksi untuk isolasi diri di rumah selama 14 hari. Di saat sedang berjalan isolasi mandiri di rumah 14 hari, keluarga pasien dimintai oleh RT dan RW setempat untuk memberikan surat keterangan dr RSHS bahwa pasien tsb sudah sehat, tetapi pihak RSHS tidak bisa memberikan surat pernyataan tsb karena hasil test terakhir belum keluar.
30 Maret 2020 hasil test terakhir keluar dan dinyatakan POSITIF (TIDAK ADA INFORMASI bahwa pasien POSITIF dari RSHS kpd keluarga pasien, hanya diminta untuk isolasi mandiri 14 hari)

09 April 2020 pasien kontrol ke klinik Covid dan diberikan obat anti alergi dan vitamin (berupa obat minum) dan pasien diberitahu bahwa SUDAH SEMBUH
13 April 2020 (tepat 14 hari isolasi mandiri) keluarga pasien datang ke RSHS untuk meminta surat keterangan SEHAT/SEMBUH untuk ditujukan kpd RT dan RW setempat namun tidak diberikan oleh pihak RSHS. Dan diberikan instruksi bahwa TIDAK PERLU kontrol kembali ke RSHS.

Apa yg harus dilakukan oleh pihak keluarga pasien ? Karena warga sekitar rumah pasien sudah resah krn tidak ada surat pernyataan hitam diatas putih dr pihak RSHS. Pihak RSHS menyarankan untuk PINDAH ke Wisma Dinkes apabila lingkungan rumah tidak nyaman. Apabila memang sudah BENAR SEMBUH, darimanakah surat penyataan tsb bisa di dapat ?
Saya menunggu jawaban pasti dari pemkot Jabar karena keluarga pasien terus didesak dgn pertanyaan “mana suratnya, agar dapat diberikan kpd tetangga tetanga”. Saya prihatin thdp keluarga tsb, mohon untuk di follow up.

Terimakasih, Selamat Siang.

1 Like

@deboraa_deboo segara melapor ke hotline Pikobar untuk di lakukan pendataan dan test masif. Hasilnya akan di informasikan melalui sms/email.
Hatur nuhun.

Informasi tentang media edukasi dan situasi perkembangan COVID-19, dapat diakses melalui:
Hotline Dinkes : 08112093306
Website : https://pikobar.jabarprov.go.id/
Aplikasi Mobile : https://bit.ly/PIKOBAR-V1
Web Forum Pikobar : https://forum.pikobar.jabarprov.go.id/

Untuk hotline pikobar apakah ke call center 112/119 atau bisa via WA ke nomor Dinkes Jabar? Terimakasih :pray:

@deboraa_deboo ke nomor dinkes Jabar. bisa via call/WA.

1 Like

Kondisi seperti ini hampir sama di tempat saya, Cileungsi. Pasien (status nya masih perawat) sudah dinyatakan positif via swap test oleh RS Fatmawati, tapi pihak rumah sakit tidak merawat pasien di rumah sakit hanya isolasi di rumah. Setelah 30 hari lebih pasien belum dinyatakan negatif, dan kondisi masih isolasi mandiri.
Warga jadi resah, karena pasien tidak kooperatif, tidak mau dirawat di rumah sakit.
Dari RW sudah di eskalasi ke Dinkes dan pukesmas Cileungsi, dinkes sudah bujuk tapi tetap aja pasien tidak mau di Rawat dirumah sakit.
Mohon saran dari dinkes JABAR.

Sampurasun kang @David_Risdianto

Untuk pasien yang sudah menjalankan test SWAB di Rumah Sakit tertentu dan dianjurkan untuk Isolasi Mandiri dirumah masing-masing selama 14 hari dan pasien tidak ada indikasi dari virus Covid-19 maka dinyatakan Negatif

Hatur nuhun